
Love; nafas segar dalam film Amerika
Mei 18, 2008
judul asli : LOVE
director : Vladan Nikolic
tahun pembuatan : 2005
Konon industri film Amerika di era kekinian sempat kehabisan stock untuk bercerita melalui film. Konon segala hal telah habis dieksplorasi, dari satir kebodohan penduduk Amerika hingga nostalgia heroisme ala Marvel ataupun DC. Lalu apakah yang menarik dalam film Love ini, atau tepatnya apa yang baru dalam film ini ?
Film ini bertutur tentang hubungan yang rapuh antar manusia. Ketika Hollywood memilih menuntaskan tragedi kehidupan manusia dalam drama yang happy ending, film ini sendiri lebih memilih menggenapkan tragedi itu sendiri.
Berkisah mengenai seorang pembunuh bayaran asal Bosnia bernama Vanya yang dalam tugas terakhirnya dijebak dalam konspirasi bersama agen FBI korup. Plot utama ini berkembang dengan beberapa subplot ketika Anna mantan kekasih Vanya di Bosnia, seorang dokter muda yang bertugas di kota New York, terjebak dalam konspirasi tersebut. Bahkan kemudian kekasih dari sang dokter itu, seorang polisi lokal berdarah hispanik juga terjebak dalam konspirasi itu. Dan kemudian seperti sudah saya katakan di awal, ending yang terjadi adalah penggenapan tragedi. Agen FBI korup tersebut memang kemudian mati, tetapi Vanya memilih bunuh diri setelah tugas terakhirnya itu. Anna yang sempat menemukan kegairahan kembali akan hubungan masa lalunya bersama Vanya juga harus mengubur hal tersebut. Bahkan ironisnya ia selain kehilangan Vanya, juga kemudian berpisah dari kekasihnya yang polisi lokal itu. Selain itu sang polisi lokal, selain kehilangan Anna, juga kemudian gantung profesi dan beralih menjadi seorang penulis cerita fiksi.
Genre film ini memang drama. Tetapi ketidakbiasaan dalam penuturan cerita inilah yang membuatnya berbeda dengan drama drama lain dalam film ala Amerika. Bahkan lebih jauh lagi, hal ini juga diperkuat dengan setting film itu sendiri. Film dibuat dengan mengambil setting bagian bagian tak terjamah dari kota New York. Apabila kita melihat setting kota New York, maka dalam ingatan visual kita akan tergambar kemeriahan distrik Manhattan, lampu lampu dan billboard di pusat kota, lalu lalang taksi berwarna kuning, keangkeran distrik Bronx ataupun Brooklyn, dsb. Namun kesemua itu tidak ada disini. Yang ada hanyalah apartemen apartemen kosong dan rusak, jalanan jalanan sepi, cafe dan bar dari kaum imigran Eropa Timur, dsb.
Film ini adalah tipikalitas film yang benar benar bersemangat independen yang memfilmkan suatu hal lain dalam realitas. Bahkan hal ini semakin diperkuat dengan musik scoring dalam film ini. Musik scoring film ini menggunakan musik etnik Eropa Timur, dengan beat dan tempo yang disesuaikan dengan mood dan tensi ketegangan adegan film. Hal ini merupakan sebuah bukti dari semangat sang para kreatornya untuk benar benar total dalam membuat film ini. Walaupun terkadang memang masih ada adegan adegan yang saya rasa tidak perlu ada, namun tetap saja film ini membuat saya salut. Karena selain totalitas dan semangat yang diberikan, film juga merupakan sebuah nafas baru dalam tontonan film ala Amerika. Tidak berlebihan rasanya jika Tribeca Film Festival memilihnya sebagai official film selection.
review by andreas eko
jakarta, 180508
Eh gw gag tau neh film. Klewatan.